News
Perisitiwa
Sosial
Dua ABK Nekat Lompat dari Kapal dan Terdampar di Nusa Barong, Diduga Jadi Korban Penipuan Kerja
konferensi pers di pos al puger yang dihadiri danlanal banyuwangi letkol al(p) m.puji santoso
Kejadian itu berlangsung pada Senin (19/5) sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua pemuda tersebut mengaku melarikan diri karena merasa menjadi korban penipuan kerja oleh oknum perusahaan perekrut mereka. Kapal yang mereka tumpangi telah berlayar selama 14 hari dengan 32 ABK di dalamnya.
Setelah berenang cukup jauh dan dalam kondisi lemas, mereka akhirnya terdampar di Pantai Pasir Panjang, pulau tak berpenghuni yang menjadi wilayah penjagaan Marinir TNI AL. Sekitar pukul 14.00 WIB, keduanya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh personel Marinir menggunakan perahu karet menuju Pos Pulau Terluar Nusa Barong.
Saat dievakuasi, kondisi fisik keduanya cukup lemah akibat kelelahan, namun dalam keadaan selamat. Pihak berwenang masih mendalami dugaan penipuan kerja yang menjadi latar belakang aksi nekat mereka. Kasus ini juga membuka kembali perhatian publik terhadap praktik perekrutan tenaga kerja di sektor perikanan yang kerap menyalahi aturan.
Dalam konferensi pers nya pada Rabu 21/05/2025 siang, Letkol AL (P) M. Puji Santoso Danlanal Banyuwangi membenarkan semua kejadian tersebut, dan membeberkan kronologi penyelamatan dua orang ABK oleh pasukan marinir yang ber pos di pulau nusabarong.
" Berdasarkan info dari Basarnas Jember yang melaporkan tentang adanya dua orang terdampar di nusabarong yang menurut laporan adalah abk kapal ikan, pada hari Senin tanggal 19 Mei 2025," kata Puji.
" Dansatgasmar berkoordinasi dengan Posal Puger serta Polairud Polres Jember menindaklanjuti laporan dan melakukan pencarian disekitar pulau nusabarong dengan menggunakan perahu karet hingga akhirnya menemukan korban dalam keadaan selamat di pantai pasir panjang," pungkas Puji. (*)
Jember, suararakyat.web.id - Peristiwa mengejutkan terjadi di perairan selatan Jember, tepatnya di sekitar Pulau Nusa Barong. Dua anak buah kapal (ABK), Sutiyadi (26) asal Cirebon dan Muhammad Julianda Gibran (21) asal Jakarta Barat, nekat melompat dari kapal penangkap ikan dan berenang sejauh sekitar 3,2 kilometer menuju daratan Pulau Nusa Barong.
Kejadian itu berlangsung pada Senin (19/5) sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua pemuda tersebut mengaku melarikan diri karena merasa menjadi korban penipuan kerja oleh oknum perusahaan perekrut mereka. Kapal yang mereka tumpangi telah berlayar selama 14 hari dengan 32 ABK di dalamnya.
Setelah berenang cukup jauh dan dalam kondisi lemas, mereka akhirnya terdampar di Pantai Pasir Panjang, pulau tak berpenghuni yang menjadi wilayah penjagaan Marinir TNI AL. Sekitar pukul 14.00 WIB, keduanya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh personel Marinir menggunakan perahu karet menuju Pos Pulau Terluar Nusa Barong.
Saat dievakuasi, kondisi fisik keduanya cukup lemah akibat kelelahan, namun dalam keadaan selamat. Pihak berwenang masih mendalami dugaan penipuan kerja yang menjadi latar belakang aksi nekat mereka. Kasus ini juga membuka kembali perhatian publik terhadap praktik perekrutan tenaga kerja di sektor perikanan yang kerap menyalahi aturan.
Dalam konferensi pers nya pada Rabu 21/05/2025 siang, Letkol AL (P) M. Puji Santoso Danlanal Banyuwangi membenarkan semua kejadian tersebut, dan membeberkan kronologi penyelamatan dua orang ABK oleh pasukan marinir yang ber pos di pulau nusabarong.
" Berdasarkan info dari Basarnas Jember yang melaporkan tentang adanya dua orang terdampar di nusabarong yang menurut laporan adalah abk kapal ikan, pada hari Senin tanggal 19 Mei 2025," kata Puji.
" Dansatgasmar berkoordinasi dengan Posal Puger serta Polairud Polres Jember menindaklanjuti laporan dan melakukan pencarian disekitar pulau nusabarong dengan menggunakan perahu karet hingga akhirnya menemukan korban dalam keadaan selamat di pantai pasir panjang," pungkas Puji. (*)
Via
News

Posting Komentar