News
Perisitiwa
Sosial
terlihat sisa air yang manggenang di beberapa rumah warga (photo by red)
Jember, suararakyat.web.id – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di Dusun Sumbersari, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Rabu (11/2/2026). Sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan air yang menggenangi permukiman warga.
Banjir terjadi setelah saluran drainase dan sungai setempat tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis. Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak pagi hari dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter. Wilayah terdampak mayoritas berada di dataran rendah sehingga rentan tergenang saat hujan deras.
Warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna meminimalkan kerugian. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan.
Perangkat desa bersama relawan dan pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan warga terdampak, membantu proses evakuasi, serta melakukan pembersihan lingkungan pascabanjir. Selain itu, warga bersama perangkat desa juga melaksanakan kerja bakti membuat saluran drainase sementara sebagai langkah darurat.
Kepala Dusun (Kasun) Sumbersari, Sulaiman, menjelaskan bahwa pembuatan drainase sementara dilakukan karena belum adanya saluran pembuangan air yang memadai.
“Kegiatan hari ini adalah kerja bakti membuat saluran drainase sementara. Untuk pembangunan drainase permanen, kami masih menunggu proses karena sudah kami sampaikan kepada kepala desa. Insyaallah anggarannya akan dimasukkan tahun depan agar pembangunan drainase permanen bisa menyeluruh untuk sekitar 30 KK yang terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter terjadi akibat tidak adanya saluran pembuangan air. Lokasi banjir berada di Dusun Sumbersari RT 01 RW 15, Desa Mayangan.
Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat segera merealisasikan perbaikan sistem drainase serta melakukan normalisasi sungai, agar kejadian banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. (*)
Hujan Deras Picu Banjir di Dusun Sumbersari Mayangan, 30 KK Terdampak
Jember, suararakyat.web.id – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di Dusun Sumbersari, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Rabu (11/2/2026). Sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan air yang menggenangi permukiman warga.
Banjir terjadi setelah saluran drainase dan sungai setempat tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis. Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak pagi hari dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter. Wilayah terdampak mayoritas berada di dataran rendah sehingga rentan tergenang saat hujan deras.
Warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna meminimalkan kerugian. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan.
Perangkat desa bersama relawan dan pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan warga terdampak, membantu proses evakuasi, serta melakukan pembersihan lingkungan pascabanjir. Selain itu, warga bersama perangkat desa juga melaksanakan kerja bakti membuat saluran drainase sementara sebagai langkah darurat.
Kepala Dusun (Kasun) Sumbersari, Sulaiman, menjelaskan bahwa pembuatan drainase sementara dilakukan karena belum adanya saluran pembuangan air yang memadai.
“Kegiatan hari ini adalah kerja bakti membuat saluran drainase sementara. Untuk pembangunan drainase permanen, kami masih menunggu proses karena sudah kami sampaikan kepada kepala desa. Insyaallah anggarannya akan dimasukkan tahun depan agar pembangunan drainase permanen bisa menyeluruh untuk sekitar 30 KK yang terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter terjadi akibat tidak adanya saluran pembuangan air. Lokasi banjir berada di Dusun Sumbersari RT 01 RW 15, Desa Mayangan.
Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat segera merealisasikan perbaikan sistem drainase serta melakukan normalisasi sungai, agar kejadian banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. (*)
Via
News

Posting Komentar